Hitam Putih Cinta

Tulisan dari satu buku, judulnya Hitam Putih Cinta. Bahasa asli Indonesia setelah diterjemah dari bahasa Arab, Mashariul ‘Usysyaq, karya Dr ‘Aidh al-Qarni.


*****************************

Petikan dari kata pengantar

“Cinta bisa mendorong orang untuk beribadah sekalipun dengan hal itu banyak kesenangan yang harus ia tinggalkan. Waktu yang secara duniawi lebih enak digunakan untuk bersantai, uang yang sebenarnya bisa menjadikannua kaya raya, atau sandang-papan yang bisa mengangkat pamor di masyarakat, bisa terabaikan karena cinta kepada Allah.

Kerana memilih menjadi hamba Allah yang taat, waktunya diisi dengan amalan-amalan yang mendekatkan dirinya kepada Allah. Harta yang ada disedekahkan. Hidup pun sederhana; tak berlebihan. Ia sadar betul jika dunia ini hanyalah sementara, sedangkan akhirat adalah kekal. Karena itu, amalan yang ditorehnya dalam mengarungi kehidupan dunia adalah amalan saleh yang penuh keikhlasan. Dengannya ia berharap meraih syurga. Ia juga berharap apa yang ia kerjakan menjadikan Allah ridha dan mencintainya. Jika, tujuan ini tercapai, adakah hal lain yang melebihinya?

Mengapa semua ini bisa terjadi?

Karena CINTA telah menggerakkannya!

Deskripsi diatas ini bukanlah fantasi belaka. Kita dapati dalam lembaran kisah generasi salaf shalih seorang meninggalkan anak, istri serta segala sesuatu yang dimiliki, kemudian ia mengorbankannya demi menyibak tabir penghalang dirinya dengan syurga.Kita dapati pula orang yang dirinya tak pernah ketinggalan takbiratul ihram bersama jamaah selama enam puluh tahun.

Namun, sejarah juga mencatat lembaran kelam mengenai masalah cinta. Ada orang yang membelah perut orang miskin karena ambisinya akan kekuasaan. Kita dapati pula orang yang rela mati kerana kecintaanya kepada bid’ah.Kita dapati pula orang yang rela mati karena kecintaanya kepada bid’ah.Kita dapati pula seseorang yang memilih untuk tetap kafir kepada Rasulullah s.a.w kerena beliau tidak memiliki harta simpanan ataupun kebun raya.

Demikianlah, cinta bisa membawa pada sesuatu hal baik atau sebaliknya. Ilmu dan iradah untuk memilih “cinta putih” daripada “cinta hitam” akan menjadikan seseorang meraih balasan cinta dari Allah sekaligus (ameen, ameen,ameen).

Mudah-mudahan terjemahan buku Mashariul ‘Usysyaq bisa memberikan rambu-rambu keselamatan kepada para perindu hidayah yang mencari di bursa cinta”




Salwa Mohd Saleh

A WAHM of 3 boys who wish to be extraordinary.

No comments:

Post a Comment